[OneShot – KrisSica ver.] : When I’m with You, YiFan…

When I'm with You, YiFan copy

When I’m with You, YiFan…

Ulil L.A Present

Romance, sad ‖ G

Starring Wu YiFan (EXO) and Jung SoYeon (SNSD)

Note : Annyeong chingudeul!^^  How are you? Kkk. Kali ini kembali membawakan FF dengan pairing KriSica. Hm… Kalian tau film “MIKA” or buku yang berjudul “Waktu aku sama Mika” ? Nah rencana Ulil, Ulil pingin buat versi KriSica (jadi akan ada perbedaan sedikit dgn aslinya). Kayaknya rame gitu ngebayanginnya ‘-‘ tapi belum tahu juga nanti kalau udah jadi =_=.

Enjoy aja ok? Tenang kok FF ini insyaallah ngga akan bikin mata kalian rusak hehehe .v

Happy Reading guys ^_^

*read another version

When I'm with You, Luhan copy

Hai

Perkenalkan namaku Jung SoYeon, kalian cukup memanggilku SoYeon. Bagaimana keadaan kalian? Aku harap kalian dalam keadaan yang benar-benar baik.

Aku ingin membagi sedikit kisahku pada kalian. Tidak terlalu penting memang, tapi ku harap kalian berkenan untuk membacanya.

8 years ago—Kisah ini bermula ketika ayah ku memutuskan untuk pindah ke Seoul. Hatiku menolak untuk pindah ke Seoul. Banyak hal yang aku pikirkan. Sejak kecil aku sudah divonis terkena penyakit Skoliosis —tulang belakang. Setiap hari aku selalu menggunakan penyangga agar tulang punggungku dapat tegak lurus.

Di sekolah lama ku —Busan, tak ada yang ingin berteman denganku. Mereka semua jijik melihat kondisiku yang seperti ini. Mereka selalu menghina ku dengan mengatakan aku cacat tulang belakang. Ini semua terasa menyakitkan untukku.

Bagaimana jadinya aku jika pindah ke Seoul? Mungkin aku akan mati di hari pertama masuk sekolah —pikirku.

Memang, lingkungan tempat tinggal ku yang baru ini sangat tentram. Jarang sekali terdengar suara kebisingan. Namun tetap saja ada yang mengganjal di hati ku.

.

.

.

Sungai. Ya, sungai yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku lah yang mempertemukanku dengan nya. Jangan pernah berpikir jika “nya” adalah Tuhan, aku masih hidup. Yang dimaksud disana adalah seseorang yang sangat berarti untukku, bahkan karena dialah aku masih bisa terus melanjutkan hidupku.

YiFan.

Aku bertemu dengannya ketika usia ku 16 tahun, lebih muda 7 tahun darinya.

Waktu itu aku sedang meluapkan kekesalan ku sambil melempar batu ke dalam sungai. Tanpa ku sadari ternyata ada orang yang sudah memperhatikan ku sejak tadi. Itu YiFan. Saat aku ingin melemparkan batu terakhir yang ada dalam genggamanku, tiba-tiba dia memegang bahu ku.

“ Hey ”

Aku membalikan badanku dan menatapnya.

Dia memang benar-benar bercahaya. Dia… seperti malaikat. Dia berbeda dengan yang lain, dia bahkan tidak jijik melihat kondisiku yang cacat seperti ini.

“ Apakah kau ada masalah? Ah iya, YiFan, kau?”

Perkenalan yang singkat memang, tapi aku tak akan pernah melupakannya.

Aku senang bukan main setelah mengetahui ternyata rumah YiFan tak terlalu jauh dengan rumahku. Sehabis pulang sekolah aku dan dia selalu datang ke sungai hanya sekedar untuk berbincang.

“ SoYeon-ah, apakah kau tidak ingin berenang? Air di sungai ini cukup segar dan yang pasti airnya jernih.”

Saat itu aku hanya bisa menggeleng —menolak ajakannya halus. “ Nona SoYeon tidak boleh mengikuti jenis olahraga apapun. Mau itu berenang ataupun berlari. Karena itu dapat membahayakan tulang punggungnya.” Ucap dokter yang menangani ku dulu.

“ Apa kamu tidak percaya padaku? Sini aku bantu lepas penyanggamu. Dokter itu salah, berenang itu menyehatkan.”

Nakal memang tidak menuruti perkataan dokter waktu itu walaupun hanya sekedar menyelupkan setengah badanku ke dalam air. Dan pada saat itu juga aku mengetahui bahwa seluruh tubuh YiFan dipenuhi oleh tato. Mengerti dengan maksudku dia segera menjelaskan,

“  Dulu aku pernah masuk ke salah satu genk terbesar di daerah sini. Yah.. kau tahu lah bagaimana genk itu. Kita sering berkelahi, tapi saat itu lawannya sangat tidak sebanding dan inilah hasilnya (tato itulah bekasnya —maksud YiFan).

Dengan polos aku hanya mengangguk —percaya. Dan sekarang aku baru menyadari jika YiFan ku saat itu tengah berbohong.

YiFan tahu aku bersekolah dimana. YiFan pernah datang kesekolah ku waktu itu hanya sekali dan itu tepat pada saat jam pelajaran olahraga. Aku bingung bagaimana cara YiFan masuk kesini?

Hari itu Park sonsaengnim memberikan test lari kepada seluruh murid. Jujur aku ingin sekali mengikuti test itu. Aku rindu berlari.

“ Kenapa hanya diam saja eoh? Kenapa tidak baris dengan yang lain?”

Aku hanya menggeleng saat ditanya seperti itu. Jika aku mengikuti keinginanku bisa-bisa aku tidak akan boleh bersekolah lagi. Tiba-tiba YiFan berjalan menuju Park sonsaengnim, aku hanya melihatnya sedang berbicara dengan Park sonsaengnim. Aku pun tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan dengan Park sonsaengnim.

“ Sini cepat naik ke punggungku. Kita akan memenangkan test lari itu.”

Aku hanya melongo sambil melihatnya bingung. “ Sudah ayolah cepat.” Akhirnya aku pun berada diatas punggungnya pada saat itu.

Priiiittt!!!

Bunyi peluit pun berbunyi. YiFan berlari dengan sangat cepat. Awalnya aku takut, tapi lama-kelamaan aku mulai bisa merasakan kenyamanan. Rasanya seperti aku berlari menggunakan kedua kaki ku sendiri. YiFan daebbak!^^

Kita memang tidak jadi juara, tapi aku merasa sangat sangat puas.

“ Lihat, doktermu salah lagi. Dia bilangkan kalau kau tidak bisa berlari? Tapi hari ini kau mampu berlari sejauh 100m.”

Ya, kau benar. Dan kurasa dokter itu memang bodoh.

“ SoYeon-ah kau mau tidak menjadi kekasih ku?”

Tanpa banyak berpikir aku langsung menyetujuinya. Dia pun tersenyum. Itulah senyuman yang paling indah yang pernah ku lihat seumur hidupku.

YiFan mengajak ku makan di salah satu cafe di sekitar sekolah ku. Dia bilang hitung-hitung merayakan hari jadi kita.

Kita memesan sebuah pizza yang cukup besar. YiFan mengajakku berlomba untuk memakan pizza ini.

Sudah bisa ditebak jika aku yang kalah. 3 potong pizza mampudia habiskan tanpa bersisa sedikit pun. Aku? Aku tak menyukai pinggiran pizza karena itu keras untuk dimakan. YiFan sempat bertanya apa rasa pizza ini tidak enak, tapi aku langsung menjelaskan padanya bahwa aku tidak menyukai pinggiran pizza makanya aku tidak menghabiskannya.

“ Berarti mulai saat ini pinggiran pizza adalah makanan kesukaanku.” Ujar YiFan  sambil melahap habis pinggiran pizza tersebut.

Jantungku terasa berhenti saat itu. Aku hanya dapat memberikan sebuah senyuman —malu karena aku bingung harus berbuat apa.

Ah.. YiFan seringkali meminum obat-obatan. Sudah sejak lama aku ingin bertanya padanya tapi aku takut jika dia akan tersinggung. Sekali lagi dia paham maksud ku.

“ Aids.”

Disitu aku hanya mengangguk karena sejujurnya aku tidak terlalu tahu apa itu Aids.

“ Sepertinya kau harus berpikir ulang untuk menerima ku tadi. Kekeke”

Aku langsung menggelengkan kepala ku. Untuk apa aku harus berpikir ulang? Hanya karena dia sakit? YiFan saja bisa menerima kondisiku yang cacat seperti ini masa aku tidak?

Seorang pelayan memberikan bill ke meja kami. Aku melihat wajah YiFan saat itu seperti sedikit terkejut.

“ SoYeon-ah sepertinya kita harus segera pergi dari sini.”

“ Ada apa memangnya?”

“ Sepertinya aku lupa membawa dompet ku.”

YiFan sering mengajakku main ke rumahnya. Ibunya sangat baik. Dia selalu menunjukan koleksi-koleksi gitarnya. YiFan sangat pandai bermain musik.

Waktu itu dia mengajakku untuk pergi menuju balkon. Dan benar, pemandangannya sangat indah. Tepat di belakang rumah YiFan ada sebuah taman bunga yang sangat luas dan bunga-bunga disana memiliki warna yang sangat indah.

Grep

YiFan memelukku dari belakang. Rasanya aku ingin sekali mengutuk penyangga ini. Sekarang penyangga ini yang dapat merasakan kehangatan tubuh YiFan bukan tubuhku.

YiFan membalikan badanku —menghadapnya. Ku tatap matanya, dia juga balas menatapku.

“ Saranghae.”

“ Nado saranghae oppa.”

Dia pun mulai mendekatkan wajahnya. Nafasnya saat ini bisa kurasakan. Wangi menthol. YiFan mengelus pipi ku dengan lembut. Tanpa sadar sudah tidak ada jarak diantara kita. Dia usap bibir ku pelan dengan jarinya. Dan…

CHU

.

.

.

Kecewa.

Kenapa YiFan saai itu tidak mencium bibir ku? Kenapa dia hanya mencium pipi ku saja? Apa aku masih terlalu kecil?

“ Kau tahu kan aku sakit? Aku tak mau kau ikut terserang penyakit ini juga.”

Tidak. Tidak. Bahkan aku rela mati asal bersama mu YiFan-ah..

Dia bilang pada ku bahwa suatu saat nanti akan ada seorang lelaki tampan yang akan menciumku dengan sangat romantis.

Aku marah. Aku tidak menginginkan bibir lain. Sampai saat ini bahkan yang aku inginkan hanyalah bibir itu. Bibir yang banyak terdapat darah keringnya. Bibir yang banyak bekas gigitan kecil-kecil dan rapih. Bibir yang dimiliki oleh seseorang yang bernama Wu YiFan.

“ Aku ingin merasakan ciuman pertama ku dengan mu.. sungguh..”

Sudah lebih dari 20 menit YiFan tak kunjung datang. Padahal dia tahu saat itu adalah hari ulang tahun ku.

“ Selamat Ulang Tahun.”

Aku terkejut bukan main. YiFan datang walau terlambat. Dia meminta maafkarena tak dapat membawakan ku sebuah kado. Menurutku dengan kehadirannya saja itu sudah cukup untukku.

“ Aku lebih baik pulang. Aku tak mau duduk satu meja makan dengan orang yang terkena HIV.” Perkataan itu masih sangat ku ingat. Kim ZiHyun kau sangat kejam!

Semua teman-teman ku pun mulai memberikan pandakangan “jijik” pada YiFan dan aku tidak akan hal itu. Aku pun mengusir semua teman-teman ku. Aku lebih baik tidak memiliki teman satupun daripada harus kehilangan sosok YiFan.

Kita memutuskan untuk berjalan keluar mencari udara segar.

“ Oppa, apa kah kau akan mati?”

.

.

.

“ Tentu saja. Bukan hanya aku, semua orang  juga akan mati.”

“ Tapi kau kan sudah berjanji pada ku tidak akan meninggalkan ku.”

Entah kenapa tiba-tiba aku bertanya hal itu kepada YiFan. Dan dia hanya tersenyum menanggapi perkataan terakhir ku.

Kriiing… Kriiing… Kriiing

Bunyi telfon ku terus berdering, aku pun segera mengangkatnya.

“ Yoboseyo oppa, ada apa?”

“ Apa benar ini dengan SoYeon? Aku eomma nya YiFan.”

“ Ah ne ahjumma, ada apa?”

“ Bisa kah kau datang kesini?”

“ Baiklah kalau begitu. Aku akan segera kesana ahjumma.”

Aku sangat membenci hari itu. Malaikatku. Malaikatku yang selalu melindungiku itu tiba-tiba saja terbaring tak berdaya di atas kasurnya. Dimana-mana malaikat itu pasti kuat, tidak ada yang lemah.

“ Malaikat pun perlu istirahat sugar..”

Sugar. Ah iya.. aku melupakan hal itu.

Itu adalah panggilan darinya untukku sebelum dia pergi menuju surga.

Aku ingat sekali. Dulu YiFan selalu memelukku erat-erat hingga penyangga punggungku menekan dadaku dan membuat ku tak bisa bernafas. Jika sudah seperti itu maka aku akan lansung memukul dadanya agar dia juga merasakan apa yang aku rasakan.

And Now…

Hal itulah yang paling aku rindukan.

“ SoYeon-ah.. kau tahu tidak? Kau itu mengingatkan ku dengan anak-anak di buku Torey Hayden..”

“ Karena aku cacat?”

“ Bukan.. Tapi karena kau special.”

Kalian tahu? YiFan adalah satu-satunya orang yang tak pernah mengatakan aku cacat.

25 Desember 2006

Tepat saat perayaan hari natal.

Perayaan natal tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya aku akan menghabiskan waktu natal bersama dengan orang tua ku, sekarang aku menghabiskan waktu natal bersama dengan YiFan—dikamarnya, ditemani dengan salah satu film kesukaannya—Home Alone.

What do you think? Ah.. I’m so bored with this situation!

Bagaimana tidak? Semua teman-temanku mulai mengirim sms yang membuatku iri.

` SoYeon-ah, apa kau tahu? EXO akan menggelar konser disekitar Namsan Tower. Mereka bilang itu adalah hadiah natal dari mereka. Omo..omo.. cepatlah kau datang kesini!`

` Jung SoYeon! Cafe Kang ahjumma sedang membagikan Ice Cream Salju gratis!!! Bukankah kau sangat menyukai Ice Cream Salju? Palli yeogie!`

Mata ku memanas melihat YiFan yang tengah asyik menonton Home Alone. Apakah dia tidak bisa mengerti dengan perasaan ku? OK. Dia memang sedang sakit, tapi YiFan yang kukenal tak pernah selemah ini.

“ Oppa..”

.

Tak ada sahutan sama sekali.

“ Oppa..”

.

Masih sama seperti tadi. Batas kesabaran ku pun mulai habis.

“ Yak Oppa! Aku memanggilmu daritadi, apa kau tidak mendengarkanku eoh? Ah.. bagaimana bisa kau membiarkan kekasihmu hanya duduk diam menunggu saat perayaan hari natal!”

.

.

.

Aish! Kenapa YiFan tidak menyahut ucapanku sama sekali?

“ S..su..sugar.. ke..kemarilah sebenta..r”

Mwo? Ada apa dengan YiFan?

Aku mulai menghampiri YiFan. Dan..

“ Omona! Oppa waegeurae? Kenapa badanmu menggigil seperti ini?”

Badan YiFan begitu panas. Bahkan suhunya mencapai 38.3!

“Kemarila..h. Aku ingin memelukmu..”

Tak ada yang dapat kuperbuat. Aku pun hanya bisa menuruti apa kemauan YiFan.

Aku mulai duduk di tepi kasur YiFan. Dan.. ya, aku pun mulai berbaring tepat disebelahnya. YiFan memeluku dengan sangat erat. Apa aku belum bilang?  Sepertinya aku lupa. Sudah hampir 1 bulan terakhir ini dokter memperbolehkan ku melepaskan alat penyangga itu.

“ Sugar.. Kau harus cepat sembuh agar bisa menjadi seorang penari. Kau harus cepat sembuh agar dapat mengalahkan ku saat pelombaan lari. Kau harus cepat sembuh agar kita bisa pergi berenang bersama-sama.”

Lirih, sangat lirih.

CHU

Sama sepertinya sebelumnya,—just cheek.

“ Kau tidak keberatan kan bila harus ku peluk sampai aku benar-benar tertidur?”

Itulah kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum dia benar-benar tertidur.

“ Jeongmal saranghae sugar.”

Dan itulah kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum dia benar-benar tertidur,—dan tak akan pernah bangun kembali.

1 jam berlalu, dan barulah aku tersadar kalau YiFan telah pergi.

Tes… tes.. tes..

Aku tak dapat membendung airmataku. Hingga tangisan ku terdengar oleh ibunya YiFan. Disitu ahjumma hanya bisa diam. Ahjumma pun tak menyangka bahwa YiFan pergi begitu cepat.

“ Bahkan Home Alone baru akan habis setengah jam lagi..” ucapku lirih.

Terdengar seperti dongeng memang kisah yang ku alami ini. Hhh.. aku pun berharap begitu agar YiFan masih bersamaku saat ini.

I knew he was dead, but he’s still keeping me from up there.

“ When I’m with you, I feel so very happy. When I’m with you, I could feel “Love”. And that’s all.. I can only feel when I’m with you, YiFan.”

-FIN-

* wdyt guys? hehehe, maaf ya kalau banyak typo, dll.

Don’t forget RCL 🙂

Advertisements

8 thoughts on “[OneShot – KrisSica ver.] : When I’m with You, YiFan…

  1. @GithaMagnae

    Ahhhh.. Nangis baca ini!. Sampai keluar air mataku. Sedih bgt dua-duanya sakit :(. Terus Soyeon nya gmna?? YiFan nya kan dah pergi.. Huhuhu…. Keren. Keep Writing!

  2. Helena Jung

    Huaaaaa, mewek eon :”( kamu bener2 punya bakat menulis, ide ceritanya keren banget 😀 keep writing ya eon, cast nya krissica terus aja 😀

RCL, please... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s