Last Message from My Beloved

pizap.com13906346210931

Last Message from My Beloved

Ulil L.A Present

~ Sad, romance │ Rating General ~

Cast : Byun Baekhyun from EXO

&

Kim Taeyeon from Girl’s Generation

Annyeong^^ apa kabar semua? Baik kah? Hehehe .v Ulil udah lama nih ngga bikin FF L udah mulai padet soalnya.

FF ini sendiri Ulil ambil dari salah satu novel “Surat Cinta yang Tak Pernah Terkirim” Ulil Cuma iseng2 aja bikin yang BaekYeon Ver. wkwkwk.

Semoga suka ya semuanya ^^

Happy Reading ^_^

Aku ingin menceritakan sebuah kisah pada kalian.

Kisah ini terjadi tepatnya 3 tahun yang lalu. Saat aku masih kuliah di salah satu universitas ternama di Seoul. Saat ini aku sudah bekerja di salah satu perusahaan otomotif di Seoul juga tentunya.

Ah… iya perkenalkan naman Baekhyun, tepatnya Byun Baekhyun.

Dari mana ya aku harus memulainya? Eoh.. ok. Jadi begini…

` FlashBack `

Yeojachingu ku, Kim Taeyeon sempat berpamitan pada ku 3 hari yang lalu bahwa dia akan pergi Mokpo untuk menjenguk nenek nya. Aku sempat menawarkan diri untuk mengantarnya, namun dia bilang tidak usah. Aku harus fokus terhadap skripsiku katanya. Kebetulan kita memang sudah berada di tingkat terakhir.

-SKIP-

Drrt.. drrt

Ku rasakan ada sesuatu yang bergetar di dalam saku celana ku. Dan benar saja itu berasal dari telepon genggam ku.

‘ Oppa, aku pamit ya.. Oppa jaga diri baik-baik. Nanti kalau sudah sampai sana aku kabari lagi.’

SMS dari Taeyeon?

Ah! Aku lupa. Bukannya hari ini dia berangkat ke Mokpo?

Tunggu jam berapa ini? … 11.30

Oh tidak, Taeyeon mengirim pesan pukul 10.30. aku harus segera membalasnya.

‘ Ne chagi, tentu saja aku akan menjaga diri ku sendiri kkk~ berhati-hati lah J `

Jujur, aku sedikit merasa tenang setelah membalas sms dari Taeyeon tadi.

-SKIP, NIGHT-

Ku pandangi layar telepon genggam ku dengan seksama. Mengapa Taeyeon belum juga memberi ku kabar?

Apakah dia lupa membawa charger nya? Kkk~ dasar. Yeojachingu masih tetap saja ceroboh ternyata.

Drrt.. drrt

Segera ku lihat layar telepon genggam ku.

Kangin Hyung? Ada apa malam-malam begini menelfon ku?

“ Yoboseyo hyung. Ada apa hyung menghubungi malam-malam begini?” tanya ku

“ Taeyeon, Baek. Di..dia telah pergi.” Jawab Kangin Hyung

“ Iya hyung, aku sudah tahu dari siang tadi. Ke Mokpo kan? Taeyeon sudah meminta izin pada ku.”

“ Taeyeon telah pergi, Baekhyun. Pergi untuk selamanya.” Jawab Kangin hyung sedikit agak tegas

Aku terdiam. Tidak mungkin. Katakan pada ku itu semua tidak benar.

Dengan sigap ku ambil jaket ku dan langsung mengendarai motor menuju rumah Taeyeon. Di rumah Taeyeon terdapat banyak orang. Pikiran ku pun semakin kalut, dengan cepat aku lari masuk ke dalam.

Di depan mata ku terdapat sebuah peti. Aku tidak tahu itu peti mati milik siapa.

“ Hyung… nugu?” tanya ku cepat

“ Tae..Taeyeon..” jawab Kangin hyung mencoba tegar

Ku gelengkan kepala ku.

Perlahan ku dekati peti itu. Alangkah terkejutnya aku di dalam sana memnag benar Taeyeon, yeojachingu ku.

“ Taeng-ah.. ini tidak lucu sayang..” ujarku menghibur diri

Dia tetap tidak bergerak sedikitpun. Aku bisa melihat beberapa goresan luka di wajah cantiknya. Tak dapat ku bayangkan betapa lemahnya dia saat itu.

Ternyata 30 menit setelah Taeyeon mengirim pesan singkat untuk ku mobil yang dikendarai Taeyeon bertabrakan oleh truk yang sedang membawa kayu. Taeyeon tak bisa menghindari kecelakaan tersebut.

` Flashback Off `

Tepat 3 hari yang lalu, 3 tahun setelah hari kematian Taeyeon aku bermimpi. Bermimpi bertemu dirinya. Dia jauh lebih cantik, seperti bukan Taeyeon yang dulu aku kenal.

Aku bertanya pada dirinya, bagaimana kabarnya disana, apakah dia baik-baik saja disana, aku bilang pada dia bahwa aku sangat merindukan dirinya.

Tampak sebuah senyuman terlihat di wajah Taeyeon. Dia bilang pada ku bahwa dia juga sangat merindukan ku.

“ Taeng-ah~ selama 3 tahun ini, hukuman apa yang kau terima di dalam sana?” entah bagaimana aku bisa bertanya seperti itu

Dia kembali tersenyum

“ Jika aku memberi tahu apa yang terjadi pada ku selama di dalam sana maka di dunia ini tidak akan ada lagi orang jahat. Maka dari itu, selagi oppa masih punya waktu, berbuat lah sebaik mungkin. Seandainya saja aku masih diberi satu kesempatan, aku ingin hidup sehari saja untuk memperbaiki kesalahan ku.”

Aku terdiam. Sebegitu sakitnya kah?

Taeyeon menyadarkan lamunanku. Persis seperti 3 tahun yang lalu batin ku. Taeyeon pun pamit untuk pergi, dia juga bilang agar aku menjaga diriku dengan baik.

Aku pun terbangun.

Tapi aku merasa lebih segar daripada hari-hari sebelumnya. Jujur saja aku juga sempat merasa merinding.

Ah~ mata ini kenapa jadi berair seperti ini? Namja yang lemah memang aku ini kkk~

Sepertinya hanya sedikit yang bisa aku ceritakan pada kalian. Tidak apa-apa kan?

Gomawo karena sudah mau mendengarkan kisah ku.

Hehehe, gimana nih readers?

Maaf ya kalau kecepetan, banyak typo, GJ, dan masih banyak lagi .v

Ceritanya nya pun cuma Ulil tambah-in dikit supaya agak panjang.

Ulil ambil cerita yang ini karena cerita ini mempunya makna yang dalam hehe..

RCL atau Kritik dan Saran Ulil tunggu. Tapi menggunakan bahasa yang sopan.

Ok

Keep Smile 🙂

Advertisements

RCL, please... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s