If Only

∞ If Only ∞
Ulil L.A Present™
¤ Romance,sad,angst||PG-15 ¤
Starring Xi Luhan of EXO-M and Seo Joo Hyun of Girl’s Generation
Other Oh Sehun of EXO-K

Hai – hai.. Ulil balik lagi, sebenernya Ulil lagi hiatus. Berhubung melihat blog yang Ulil pegang pada sepi jadi deh Ulil bikin FF. Maaf kalau kurang berkenan, FF ini 100% murni dari Ulil. Enjoy guys.. Happy Reading ^_^
.
.
.
Seorang namja tengah duduk di salah satu kursi di taman. Terkadang namja itu tersenyum, bukan senyum bahagia, melainkan senyum lirih.

Namja itu merasakan sakit yang sangat amat terdalam.
Bagaimana bisa sahabatnya sendiri mengambil yeoja yang berstatus yeojachingunya?

Namja itu adalah Luhan. Namjachingu seorang yeoja cantik, Seo Joo Hyun. Ani, lebih tepatnya `mantan` namjachingu Seohyun.

Luhan sadar. Ini semua tidak sepenuhnya salah sahabatnya itu.
Seandainya Luhan bisa menjaga hati Seohyun, mungkin sampai saat ini mereka berdua masih bersama.

• Flashback •

Luhan berniat pulang cepat hari ini. Ia ingin memberi kejutan special untuk Seohyun. Saat ini sudah berada di toko bunga langganannya.

“ Ah..ternyata kau. Pasti ingin membeli mawar putih lagi kan untuk yeojachingu mu?” tebak ahjumaa penjual bunga

“ Ahjumma tau saja. Tapi kali ini aku menginginkan mawar putih yang sangat special. Apakah ahjumma tahu? Hari ini tepat 3 tahun aku dan Seohyun.” Kata Luhan sumringah

“ Selamat kalau begitu. Apa kalian tidak ingin menikah? Ahjumma lihat kalian begitu serasi.” Ucap ahjumma sambil menggoda Luhan

“ Itulah rencana ku ahjumma. Nanti diakhir acara, aku ingin melamar Seohyun. Doakan aku ahjumma.” Jawab Luhan

“ Sudah pasti itu. Jika kalian menikah nanti jangan lupa undang ahjumma. Kekeke~” ingat ahjumma sambil terkekeh kecil

“ Tentu ahjumma.” Kata Luhan

~ Skip ~

Luhan memberi Seohyun sebuah pesan singkat

Annyeong chagi..
Sedang apa?
Ku harap kau tidak lupa dengan hari ini. Aku tunggu kau di Sungai Han jam 3 sore.
Hati-hati..
Love you..

Kurang lebih begitulah isi pesan Luhan yang ia berikan untuk Seohyun.
Tak lama HP Luhan bergetar,

Ckckck.. Tentu saja oppa aku tidak akan lupa.
Tapi sepertinya aku akan datang terlambat karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan.
Love you too..

Itu balasan Seohyun.
Luhan sebenarnya sedikit kecewa karena Seohyun akan datang terlambat. Tapi itu tidak menyurutkan semangat Luhan.

*****

Sudah ada satu jam Luhan menunggu Seohyun. Tapi Seohyun tak kunjung datang juga.
Luhan juga sudah mencoba menghubungi Seohyun, tapi selalu saja…

Maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi.

Luhan pun mulai resah. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari Seohyun.
Luhan mendatangi kantor Seohyun, satpam yang berjaga di situ berkata bahwa Seohyun sudah pulang sejak tadi.

Luhan mulai bingung. Ia pun mencoba menghubungi kediaman ruman Seohyun.

Dan sama..

Kim ahjumma mengatakan bahwa Seohyun belum pulang.

Luhan mencoba mengistirahatkan dirinya sejenak. Ia memberhentikan mobilnya di depan sebuah cafe.
Ia mulai berfikir dimana tempat yang biasanya Seohyun kunjungi.

“Aaakh..” frustasi Luhan
Sejenak Luhan kembali berfikir,

“ Apa mungkin Seohyun sudah tiba di Sungai Han saat ini? Aish.. pasti ini hanya jebakannya saja. Dia ingin membuat kejutan untuk ku. Hihihi dasar..” batin Luhan

Saat hendak pergi, tak sengaja Luhan menangkap dua orang namja dan yeoja tengah duduk santai di dalam cafe tersebut. Luhan menyipitkan matanya, jika dilihat yang yeoja mirip sekali dengan Seohyun. Yang namja… SEHUN?
Luhan makin penasaran, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk ke dalam.
.
.
.

Jder!

“ Apa orang ini yang menyebabkan dirimu datang terlambat dan mengabaikan panggilan dari namjachingumu ini?!” bentak Luhan

Benar.

Mereka adalah Seohyun dan Sehun. Seohyun bingung harus menjelaskan apa pada Luhan.

“ Jawab aku Seohyun-ah. Apa karena pria ini? Ciih., Pria yang mengaku sahabat ku ini ternyata berani mengambil yeojachingu sahabatnya sendiri.” Sindir Luhan pada Sehun

“ O..oppa ta..tadi aku tidak se..sengaja bertemu dengan nya. La..lu kita ber..berbincang-bincang sebentar.” Jawab Seohyun gugup

“ Apa ini yang kau sebut sebentar Seo? Satu jam kau bilang sebentar? Aku tak habis pikir dengan mu.” Ujar Luhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

Seohyun sedikit terisak.

“ Yak! Hyung! Apa-apaan kau malah membentak Hyunnie?! Jika kau mau, pukul aku hyung! Aku yang bersalah dalam hal ini.” Ujar Sehun tajam pada Luhan

“ Hyunnie? Jadi Sehun sudah membuat nama panggilan untuk mu Seo?” batin Luhan

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Sehun

“ Sudah oppa hentikan! Mianhae oppa aku bukan yeojachingu yang baik untuk mu. Jujur saja aku kurang nyaman dengan mu karena kau selalu sibuk dengan semua pekerjaan mu. Aku ingin kau perhatikan oppa.. hiks..” kata Seohyun sambil menangis

“ Kau membelanya Seo?” ya.. itu hanya batin Luhan

“ Sejak kapan kalian?” tanya Luhan dingin

“ Lebih tepatnya sebulan yang lalu hyung.” jawab Sehun tak kalah dingin

“ Apakah kau tahu Seo? Bahwa hari ini aku ingin melamarmu, aku ingin menjadikan mu miliku. Aaahh… mungkin kita tidak berjodoh..” ujar Luhan sambil menatap kosong kearah jendela. Setetes cairan bening ktak sengaja keluar dari mata indah Luhan

Seohyun sama sekali tidak menyangka bahwa Luhan ingin melamarnya.
“ O..oppa ak..”

“ Mungkin kau lebih bahagia bersama nya. Sehun-ah.. aku titip Seohyun pada mu. Mungkin jika Seohyun tidak melarangku sudah ku habisi kau. Aku tak menyangka memiliki sahabat yang tidak tahu diri seperti mu.” Luhan berkata tajam dan langsung pergi dari cafe tersebut.

Sehun hanya diam.

*****

Luhan kembali lagi ke Sungai Han. Ia menatap semua kejutan yang ia persiapkan untuk Seohyun dengan tatapan kosong.

Luhan memang tak ingin berkelahi dengan Sehun. Karena ia menghargai persahabatannya dengan Sehun. Tapi apa timbal balik yang ia terima?.. 0… tak berarti apa-apa..

Luhan masih tak habis pikir ternyata sahabatnya sendiri yang membuat perjalanan cintanya harus kandas.

“ ..Jujur saja aku kurang nyaman dengan mu karena kau selalu sibuk dengan semua pekerjaan mu. Aku ingin kau perhatikan oppa.. hiks..”

DEG!

Luhan memukul pohon yang ada di sebelahnya. Ia pun merutuki sikapnya yang terlalu fokus pada pekerjaan.

“ Mengapa aku tidak peka?!” rutuk Luhan

“ Seharusnya aku juga sadar bahwa hati Seohyun perlahan memang bukan untu ku..”

• Flashback Off •

Luhan tersenyum kecut.
“ Aku berhutang pada ahjumma.. hhh” ujar Luhan sambil menghibur diri sendiri

“ If only…”

Cinta itu tak harus saling memiliki. Cukup dengan melihatnya tersenyum walau tersenyum bukan karena kita…
— FIN —

Ajip jadinya FF ancur begini…
Mohon maaf sebesar-besarnya chingu kalau hasilnya kurang memuaskan. Banyak typo bertebaran, alur nya ngga nyambung, kurang greget, kependekan,dll.
Dan kalau boleh jujur author agak gedek sama perannya Sehun yang seakan-akan ngga tahu diri #plak! Ok abaikan.
Ulil juga masih belajar. Jadi butuh saran dan kritik kalian. Ingat! Saran dan Kritik harus membangun!
Don’t bash!
Keep Smile 🙂

Advertisements

RCL, please... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s