Drabble : When I Was Your Man

unduhan (34)

Tittle    : When I Was Your Man

Author : Ulil L.A

Genre  : Romance,sad

Rating : PG-15

Cast     : Xi Luhan EXO-M , Seo Joo Hyun SNSD

 

Annyeong readers.. Ulil mau bilang maaf sebelumnya buat FF I’m Tired. FF itu sengaja Ulil hapus karena banyak readers yang masih belum ngerti alurnya. Ulil pun bingung kalau harus ngejelasin, ditambah lagi ada yang minta full versionnya.. Jeongmal mianhae.. Ulil ngga bisa ngasih.. maaf bgt..Sebagai gantinya Ulil bikin FF ini.. Enjoy ya.. Happy Reading ^_^

 

When I Was Your Man

Di rumah pohon inilah sekarang aku berada. Di rumah pohon yang menjadi kenangan kita berdua. Mungkin juga aku yang salah dari awal, terlalu menganggap perasaan ini serius. Kenyataanya kau hanya menganggap ku sebagai oppa tak lebih.

Terkadang aku tersenyum sendiri saat mengingat kengangan kita dulu. Terkadang juga aku menangis saat mengingatmu, mengingat bahwa kau sudah menjadi milik orang lain.

Aku melihat sejenak kearah cincin persahabatan kita, antara aku dan kau, Luhan dan Seohyun. Bagaikan sebuah flashback. Apakah kau masih ingat saat pertama kali bertemu? Di bawah pohon apel dibelakang sekolah. Waktu itu kau sedang menangis karena balon mu tersangkut di atas pohon. Wkwkwk.. aku selalu tertawa saat mengingat hal itu. Wajahmu sangatlah lucu saat itu. Sejak kecil aku menginginkan adik perempuan, namun takdir berkata lain. Itulah yang membuat aku ingin menolongmu.

Tak kusangka karena pertemuan itu, aku dan kau menjadi sangat dekat. Sampai-sampai perasaan ini pun ikut. Ikut dekat dengan mu (?). Dan tak terasa juga sudah banyak kejadian yang kita alami bersama.

Setiap hari aku selalu berdoa, berdoa, dan berdoa agar aku selalu bisa bersama dengan mu.

Apa kau tahu Seo-ah… tepat di hari kelulusan sekolah menengah dulu, aku merasa perasaan ku berubah terhadapmu. Jika dulu aku menyayangi mu sebagai seorang oppa dan dongsaeng, sekarang aku menyayangimu sebagai seorang namja dan yeoja.

Aku sangat ingin sekali menyampaikan perasaan ini terhadapmu. Tapi aku takut, aku takut hal ini akan merusak persahabatan kita. Jujur, hal itu membuat hati ku sakit. Karena setiap aku ingin membuang perasaan ini, malah akan bertambah rasa itu, bahkan berubah menjadi cinta.

Aku pernah mengira jika kau mencintai ku. Pada saat itu kau bilang, aku akan menjadi sandaran dirimu. Luhan akan menjadi sandaran Seohyun. Aku merasa ingin melayang saat mendengar penuturan kata-kata mu itu. “ Karena kau adalah sahabat sekaligus oppa yang sangaaaaatttt baik untuk ku. Gomawo oppa.”

.

DEG!

.

Aku terdiam sejenak. Sahabat  dan  Oppa. Saat mengingat kata-kata terakhirmu itu aku langsung meremas baju ku. Tepat di bagian jantung ku. Sakit.. sungguh sakit. Bahkan saat ini pun aku masih melakukan hal yang sama jika mengingat hal itu.

Kau pernah berlari-lari kearah ku dengan wajah yang sangat gembira. Aku bingung. ` Ada apa dengan yeoja ku ini? ` Ya.. Yeoja ku itulah panggilan untuknya. Panggilan khusus dariku untukknya. Ya.. memang benar sih aku tak pernah memanggilnya langsung dengan panggilan itu.

“ KYAA..OPPA! Apa kau tahu huh? Tadi saat di lapangan basket Kris sunbae menembak ku! OMO Oppa.. aku senang sekali.. Pasti sekarang pipi ku sudah memerah..” ucapnya sambil memegang pipinya.

“ W..wah.. chu..chukkae Seo-ah.. aku juga turut senang mendengarnya.” Aku memasang senyum palsuku. Mungkin jika aku seorang yeoja, pasti aku sudah menangis sekencang-kencangnya.

GREP

Dia memeluk ku. Aku pun membalas pelukannya.

“ Oppa.. doakan aku dan Kris sunbae langgeng ne..”

JLEB!

Bagaikan berjuta-juta samurai menusuk jantungku.

“ N..ne Seo.. Doa oppa akan selalu menyertai mu..” ujarku sangat lirih

TEST

Air mata ku selalu saja menetes saat aku mengingat kejadian itu. Aku pernah berpikiran untuk mati saja, toh percuma aku hidup tanpa yeoja yang ku cintai.

Apakah Seohyun tak bisa melihat diriku yang sangat mencintainya? Inilah yang aku sesalkan, kenapa dulu aku tak pernah berani menyampaikan perasaanku terhadapnya secara langsung? Sekalipun aku ditolak, itu tak menjadi masalah untukku. Aku hanya ingin dia tahu yang sebenanya.

Di rumah pohon inilah aku selalu berkhayal, berkhayal  jika aku menjadi namjachingu mu.

Jika aku menjadi namjachingu mu, aku akan selalu membelikan mu bunga.

Menggenggam tangan mu.

Memberikan seluruh waktu ku untukmu, hanya untuk mu.

Selalu menemanimu kemanapun kau berada. Terkhusus party. Karena aku tahu kau sangat suka menari.

Sekali lagi, itu hanya khayalanku saja. Itu tak mungkin pernah terjadi. .Setiap hari aku selau berdoa, berdoa, dan berdoaagar aku selalu bisa bersama dengan mu.. Ya.. Tuhan mengabulkan doaku bersama mu, tapi  hanya sampai di perguruan tinggi saja.. wkwkwk.. Kasihan sekali kau ini Luhan.

Dan di rumah pohon ini juga aku berharap…

Semoga lelaki yang menjadi namjachingumu kelak selalu membelikan mu bunga.

Menggenggam tangan mu.

Selalu memberikan waktunya hanya untuk mu.

Selalu menemanimu kemanapun, apalagi party. Karena aku akan selalu ingat, kau sangat suka menari.

Saranghae…

Saranghae…

Saranghae…

Jeongmal Saranghae… Seo-ah… Hanya itu yang bisa ku ucapkan saat ini dan selamanya…

“ When I Was Your Man ”

 

Astaghfirullahaladzim…

Kenapa jadinya jadi ngga nyambung kayak gini?! Jadi GJ?!

Ulil bikin FF ini pas lagi dengerin lagunya Bruno Mars – When I Was Your Man.. lagunya nyentuh bgt soalnya.. tapi kayaknya FF nya ngga.. hehehehe

Mian bgt kalau ada yang kurang ngerti dengan ceritanya, banyak typo, alur kecepetan. Maaf  bgt >_<

Oh iya.. jgn lupa komen ya.. yang mau ngasih masukan juga boleh..

Keep Smile J

Advertisements

RCL, please... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s